Oleh: trieelangsutajaya2008 | November 24, 2008

Citra Guru Masa Kini

Refleksi Hari Guru Ke-63 Citra guru masa kini

SOSOK Ibu Guru Muslimah dalam Film Laskar Pelangi sangat menyentuh hati. Dengan penuh kasih ia didik murid-muridnya, ia terima semua kelebihan dan kekurangan dari murid-murid tersebut. Ia mengajar dengan penuh kelembutan dan dedikasi yang tinggi.

Dalam kebimbangan ia mampu menjadi motivator bagi para muridnya. Ketika murid membutuhkan ilmu ia menjadi transformator. Ketika harus menggali kreativitas murid ia menjadi fasilitator. Ketulusan dan kreativitas Guru Muslimah dalam mendidik para muridnya merupakan suatu pelajaran berharga yang patut diteladani, khususnya bagi kaum guru.

Seperti apa pun perubahan zaman dan perkembangan teknologi, ketulusan mengabdi seorang guru tetap diperlukan demi masa depan putra-putri bangsa. Walaupun zaman telah berubah, teknologi semakin maju, peradaban semakin berkembang nilai-nilai keluhuran budi harus tetap dipertahankan. Seorang pendidik berkewajiban untuk menumbuhkan nilai-nilai kehidupan, budi pekerti, dan norma-norma pada murid-muridnya.

Guru sebagai sosok yang digugu lan ditiru. Dari pameo tersebut tersirat pandangan serta harapan masyarakat terhadap seorang guru. Dalam kedudukan seperti itu guru tidak hanya sebagai pengajar di kelas namun juga tampil sebagai pendidik di sekolah maupun di masyarakat. Harapan ini akan menjadi rancu manakala ada oknum guru yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku. Masyarakat menjadi ragu untuk mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada guru.

Bagaimana agar citra guru tetap menempati hati masyarakat? Bukan hal mudah untuk menjadi guru yang benar-benar guru, menjadi panutan masyarakat, mampu mengabdikan dirinya dengan tulus. Oleh karena itu dalam rangka menyambut hari guru ke-63 kiranya para guru wajib merenung, introspeksi diri, agar menjadi guru yang mempunyai citra di masyarakat.

Kompetensi guru
Kualitas guru belakangan ini banyak diragukan oleh berbagai kalangan masyarakat. Persoalan-persoalan yang menyangkut generasi muda selalu dikaitkan dengan kualitas guru yang pernah mendidiknya. Jika ada siswa tawuran, narkoba, brutal, guru yang pertama disalahkan.

Oleh karena itu pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu dan profesionalisme guru sesuai dengan amanat perundang-undangan guru dan dosen. Berbagai upaya ini antara lain adalah dengan melakukan pelatihan, peningkatan pendidikan bergelar, sertifikasi, dan pemberian tunjangan profesi guru (sambutan Menteri Pendidikan Nasional pada Majalah Suara Guru edisi khusus Hari Ulang Tahun PGRI ke-63). Hal ini sebenarnya merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan dan citra para guru di hati masyarakat.

Profesi guru yang dulu dipandang sebelah mata berangsur-angsur mulai diperhitungkan kembali oleh masyarakat. Guru yang dulunya hanya dikenal sebagai tukang mengajar kini anggapan itu kian terkikis, sebab untuk menjadi guru harus memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesional seperti yang tertuang dalam pasal 10 ayat 1 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Kompetensi guru juga tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru yang menyatakan bahwa guru perlu menguasai 4 (empat) kompetensi, yakni pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional.

Realitas di lapangan empat kompetensi tersebut belum seluruhnya dikuasai oleh para guru. Sebagai contoh pengembangan kurikulum, guru enggan membuat Program Tahunan (Prota), Program Semester (Promes), silabus bahkan sampai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Guru lebih senang copy paste perangkat pembelajaran yang sudah ada tanpa mencermati lebih dalam kekurangan dan kelebihan perangkat tersebut. Dalam bidang teknologi guru juga belum banyak yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pembelajaran. Banyak guru yang masih gaptek (gagap teknologi) sehingga tidak pernah memanfaatkan internet untuk memperoleh berbagai informasi yang dibutuhkan.

Tindakan reflektif untuk meningkatkan kualitas belajar wajib dilakukan oleh guru. Kegiatan ini tercermin dalam Penelitian Tindakan Kelas ((PTK). Kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru akan lebih baik jika ditulis dalam bentuk karya tulis PTK. Selain untuk memperbaiki kualitas belajar siswa, memperbaiki kualitas pengajaran guru, juga melatih guru untuk berpikir ilmiah. Tujuan yang bagus ini tidak didukung oleh semua guru, lantaran mereka merasa kesulitan menyusun karya tulis, merasa tidak mampu, namun juga tidak mau belajar.

Guru memang profesi yang mulia, kepribadiannya pun juga harus mulia. Walaupun masih ada oknum guru yang menentang hukum. Bahkan berita-berita di koran sering memuat tindak asusila yang dilakukan oleh oknum guru. Guru yang semula harus menjadi panutan akhirnya menjadi bahan hinaan masyarakat. Guru yang seperti inilah yang mencoreng citra guru.

Upaya pemerintah
Berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas guru sudah dilakukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan. Kegiatan tersebut, antara lain: berbagai bentuk pelatihan, seminar untuk guru-guru mulai dari tingkat gugus hingga tingkat nasional sering diselenggarakan. Hal ini sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas guru. Harapannya para guru memperoleh wawasan yang luas dalam mengembangkan karirnya sehingga ilmu-ilmu yang diperolehnya mampu diterapkan di tempat ia bekerja. Guru tidak statis, selalu memperoleh dan mengembangkan ilmunya.

Ajang bergengsi untuk guru juga digelar setiap tahun di antaranya lomba keteladanan guru, keteladanan kepala sekolah, lomba keberhasilan guru, dan sejenisnya. Dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat kompetisi tersebut akan mendorong guru untuk meningkatkan kualitasnya, selalu berinovasi, memberikan semangat dalam melaksanakan tugasnya. Sehingga kompetensi guru benar-benar teruji diajang perlombaan tersebut.

Fasilitas untuk belajar mengajar yang diberikan pemerintah juga merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas guru dalam pembelajaran. Fasilitas tersebut akan sangat membantu guru dalam menjalankan tugasnya seperti gedung sekolah, alat peraga, buku-buku, bea siswa, dan sebagainya. Tujuan pembelajaran akan tercapai apabila pembelajaran berlangsung dengan optimal. Pembelajaran akan optimal apabila sarana dan prasarana tercukupi. Oleh karena itu fasilitas belajar mengajar sangat urgen keberadaannya.

Sertifikasi bagi guru merupakan bentuk perhatian pemerintah untuk meningkatkan kualitasnya, sebab persyaratan sertifikasi menggambarkan kompetensi guru dalam menjalankan tugasnya. Guru yang memenuhi syarat sertifikasi berhak memperoleh tunjangan profesional. Dengan program semacam ini para guru akan berlomba-lomba meningkatkan kualitas dirinya dalam menjalankan tugas mengabdikan diri dalam dunia pendidikan. Harus diakui bahwa seorang guru yang telah mendapat sertifikat dalam proses sertifikasi harus mampu menunjukkan kinerja lebih optimal. Benarkah sudah demikian? Sebuah pertanyaan yang patut untuk ditindakkritisi dengan merumuskan seperangkat instrumen penilaian untuk menilai kinerja guru yang sudah tersertifikasi.

Sebagai kado HUT Guru ke-63 agaknya kita wajib merenungkan kata-kata William Arthur Ward, “Guru biasa memberitahu, guru baik menjelaskan, guru ulung memperagakan, dan guru hebat mengilhami “. Jadilah guru hebat yang mampu mengilhami siswa sehingga mereka menjadi pemroduksi gagasan bukan pengonsumsi gagasan. Guru yang hebat akan selalu dirindukan oleh murid-muridnya. Pembelajarannya yang bermakna akan selalu ditunggu kehadirannya di sekolah. Ketulusan pengabdiannya akan selalu dikenang di hati masyarakat.

Akhirnya, selamat hari guru, selamat berjuang! Embun pagi akan selalu tersenyum menyambut kedatanganmu.

R Tantiningsih SPd
Guru SDN Anjasmoro
Semarang

(Dimuat di Koran Sore Wawasan 24 November 2008)


Responses

  1. Nama: Siti Nuriwayati
    Kelas: 1 L
    NPM : 08420531
    KOMENTAR;
    Seorang guru harus menjadi pendidik yang baik,harus menjadi suri tauladan yang baik. Seorang pendidik berkewajiban untuk menumbuhkan nilai-nilai kehidupan, budi pekerti, norma-norma pada murid-muridnya. Menjadi seorang guru harus memiliki ketulusan hati yang tinggi untuk mengabdikan dirinya pada masyarakat atau negara. Seorang guru harus memiliki pengetahuan yang luas, haruus aktif mencari berbagai pengalaman atau pengetahuan yang posiif dan bermanfaat sehingga dapat diajarkan kepada anak didik dan dapat menjadi contoh yang baik dalam masyarakat. Profesi guru adalah profesi yang sangat mulia manakala sebagai guru menjalankan tugasnya dengan baik dan juga bisa menjadi teladan yang baik bagi semua orang. Seorang guru juga harus profesional,yaitu harus memiliki kompetensi profesi,menguasai teori-teori pendidikan, memiliki kompetensi sosial, harus berkepribadian yang baik agar bisa menjadi teladan yang baik bag masyarakat. Sosok guru seharusnya menjadi contoh yang baik bagi masyarakat agar citra guru itu baik dalam masyarakat, jadi sebagai seorang guru janganlah merusak citra guru dalam masyarakat dengan berbuat semaunya. Karena semua itu ada aturannya, tidak semaunya saja. Sebagai seorang guru harus berkelakuan baik karena guru itu sebagai pendidik.

  2. kelas : IF. Progdi. Biologi
    Nama Kelompok :
    – Rizal Ilham A.
    – Sitatin Nailufar
    – Siti Asih
    – Siti Mukayanah
    – Slamet Mugeno

    komentar-komentar kami :

    Sosok guru dalam era sekarang ini sangat dibutuhkan, karena seorang guru itu harus mengetahui semua kelebihan dan kekurangan dari murid-muridnya. Dan dalam mengajarpun harus dengan penuh kelembutan agar murid-muridnya tidak merasa terbebani. Dalam membimbing muridnya guru harus mampu menjadi motivator dan sebagai transformator saat muridnya membutuhkan ilmu. Karena murid itu sangat memerlukan pendidikan supaya mereka tidak merasa tertinggal dengan dengan anak-anak lain yang tinggal di kota-kota besar. Seorang guru selain mendidik muridnya juga guru harus mampu menanamkan nilai kehidupan, budi pekerti dan norma-norma pada muridnya, supaya mereka dapat bergaul tanpa harus menyimpang dari nilai-nilai atau norma-norma yang berlaku dimasyarakat tempat mereka tinggal.

    Guru merupakan sosok yang digugu dan ditiru. Namun kenyataannya saat ini kebanyakan guru yang mengajar tidak sesuai dengan yang diharapkan. Para guru pada umumnya mementingkan materil. Bukannya melihat seberapa besar kemampuan yang dimiliki guru tersebut. Karakteristik guru yang sebaiknya dimiliki adalah menguasai kurikulum , materi pelajaran, metode, disiplin dan memiliki komitmen yang tinggi terhadap tugasnya. Dilain pihak ada oknum guru yang merusak citra guru, sehingga masyarakat menjadi ragu untuk mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada guru. Guru merupakan profesi yang mulia, kepribadiannya juga harus mulia. Walaupun masih ada oknum guru yang menentang hukum. aat ini banyak guru yang melakukan tindakan kekerasan dalam pembelajaran, ada pula yang sampai melakukan tindakan yang tidak mencerminkan seorang guru. Di media massa dan elektronik banyak diberitakan guru berbuat asusila, bahkan sampai ada guru yang tega main kekerasan dalam menghukum anak didiknya. Ini merupakan bukti kemunduran nilai-nilai keluhuran budi. Sehingga masyarakat menilai guru sekang bukan sosok yang sangat dihormati karena disebabkan oleh tindakan beberapa guru tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas guru adalah sertifikasi. Dimana untuk dapat lolos sertifikasi guru harus benar-benar mempunyai kinerja yang bagus. Banyak guru yang tidak lolos sertifikasi lantaran kinerja yang guru tersebut miliki tidak sesuai dengan yang ditentukan. Program pemerintah ini memberi dampak positif. Guru akan berlomba-lomba untuk mendapatkannya. Karena untuk mendapatkan sertifikasi tidak mudah, maka dari itu guru akan meningkatkan kinerjanya, baik itu cara mengajarnya, prestasi dalam setiap ajang perlombaan guru, bahkan meningkatkan kepribadiannya menjadi pribadi yang baik sehingga bisa menjadi panutan siapa saja.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: